Wednesday, 13 April 2016

Mengapa Menulis?

Sudah cukupkah bekal kita?

Kehidupan dunia merupakan perjalanan menuju kampung abadi yaitu akhirat. Selayaknya melakukan suatu perjalanan, tentu dalam hidup ini pun memerlukan bekal untuk sampai ke tujuan dengan selamat (baca: masuk surga). Apa bekalnya? Berupa akumulasi pahala yang nantinya akan ditimbang di Hari Penghisaban/Pembalasan. Dengannya (pahala) ... akankah mengantar kita ke surga, atau malah melempar ke neraka.

Merasa fakir pahala, saya memilih "menulis"
sebagai pengisi tabungan amal jariyah (amal yang mengalir).
Sebagai muslim tentu kita ingat, bahwa orang yang telah mati maka terputus semua hal kecuali 3; yaitu amal jariyah, doa anak yang saleh, dan ilmu yang bermanfaat.

Bagaimana menjadikan "menulis" sebagai amal jariyah?
1) menulis hal-hal yang baik
2) mengingatkan atau mengajak yang makruf/kebaikan, dan mencegah yang mungkar/keburukan/kejahatan.

Percayalah ... raga akan tua dan mati. Lalu terkubur dan membaur dengan tanah.
Tapi tidak dengan tulisan. Ia akan abadi.

Jadi, mari menulis yang bermanfaat! ^_^
Salam santun. :)


NB : Saya tidak bisa menyebutkan ayat atau hadis yang menerangkan poin-poin di atas. Apa yang tertulis sebatas inti pengetahuan yang nempel di sini (tunjuk kepala).

No comments: