Showing posts with label Sebuah kisah. Show all posts
Showing posts with label Sebuah kisah. Show all posts

Thursday, 10 November 2016

Silakan Nikmati (Sendiri) Jalan yang Kau Pilih

Teruntuk engkau yang telah kuuntai tutur nasihat untuk keselamatanmu,
Silakan nikmati jalan hidup yang kau pilih. Tapi tolong, nikmati saja sendiri. Mohon jangan menarikku untuk mengambil arah yang sama. Karena aku beda. Hati ini memiliki keyakinan atas Tuhan Yang Esa. Nurani ini memercayai kehidupan akhirat itu nyata adanya, dan ingin nyaman di sana. Untuk itulah aku wajib mematuhi Rabb-ku.
Tolong pahami dan hormati.
Jadi,

Friday, 16 September 2016

Kenangan Itu Pernah Ada, Mila (Selamat Jalan)


Mila, apa kabar? Memang, pertanyaan ini tidak lagi penting. Karena kamu telah bahagia. Akan tetapi ijinkan aku untuk menyapamu kali ini. Meski sekadar lewat angin, semoga Tuhan menyampaikannya untukmu.

Mila, terakhir kita bertemu saat resepsi pernikahanmu. Kamu nampak cantik dan anggun. Binar kedua mata itu masih kuingat jelas, tanda rasa syukur atas nikmat yang luar biasa. Sempat ada rasa iri. Karena aku masih jomblo ketika itu, hehe ….

Maafkan aku, Mila … kalimat sapa itu tidak pernah tersampaikan beberapa tahun terakhir. Selain karena tempat tinggalmu yang berpindah jauh di seberang pulau, aku pun terlalu sibuk dengan duniaku. Maukah kau memaafkanku?

Oh ya, Mila, kamu ingat? Dulu kita memiliki hobi yang sama. Bermain basket. Kita menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman yang lain di lapangan sekolah. Hampir setiap hari, sepulang sekolah hingga sore hari.
Karena rumah yang searah, kita akan pulang bersama dengan sepeda ontel masing-masing. Sepanjang jalan bercerita tentang apa saja. Ah, apa ya yang sering kita bahas dulu? Lalu tepat di depan rumah sakit umum, kita berpisah. Kamu mengambil jalan menikung ke kiri, aku lurus ke barat. Tak jarang sambai melambaikan tangan.

Mila, sebaik-baik pengingat adalah kabar kematian. Kamu percaya itu? Aku meyakininya. Ketika kabar itu sampai di pelupuk mata, aku pun teringat padamu. Pada masa SD dan SMP kita. Juga teringat tentang bagaimana aku, bekalku. Apa-apa yang harus kuperbaiki.

Tapi tidak banyak yang bisa kukisahkan tentangmu saat ini. Meski mungkin banyak yang bilang bahwa kita bukan teman dekat, tapi kenangan itu pernah ada, Mila. Tentangmu. Biarlah piringan hitam memori itu tersimpan rapi di sini. Sampai suatu ketika ada rindu, aku akan memutarnya kembali.
Karena bagaimana pun, takdir tidak akan pernah mempertemukan kita lagi. Allah lebih menyayangimu. Namun semoga saja Dia mengijinkan untuk kita bisa bertemu lagi, di sana, tempat terindahmu kini. Surga. Aamiin.

***

Didedikasikan untukmu, Mila Widyasari. Yang telah berpulang ke rahmatullah siang tadi. Semoga suami, ketiga putri, dan keluargamu diberi tabah dan keikhlasan oleh Allah SWT. Aamiin.

Tuesday, 7 June 2016

Tarawih di Malam Pertama Bersama Si Kecil

Puasa Ramadhan tahun kemarin aku melewatkan shalat tarawih hampir setiap hari. Selain karena masih bekerja di rumah sakit yang menuntut sistem shift, juga telah hadir si kecil, Hanief, yang saat itu baru berusia 6 bulan. Ia baru bisa merangkak. Masih terlalu kecil untuk dibawa ke masjid. 

Tapi pernah, sih, 1-2 kali aku coba mengajaknya untuk tarawih jamaah. Hasilnya, aku nggak bisa sholat karena dia nangis! 
Mungkin belum familiar dengan banyaknya orang berdiri dan memakai putih-putih (maksudnya mukena) *laugh emotikon* 

Nah, tahun ini dia berusia hampir 18 bulan. Sudah bisa berjalan bahkan berlari. Terlebih tiap hari sudah aku biasakan mengajaknya sholat (di rumah) biar nggak kaget lagi seperti tahun kemarin. Hasilnya,

Saturday, 16 April 2016

Hujan Permata

Banyak sekali hal yang bisa kita bincangkan. Tidak sedikit kesamaan atau cerita-cerita yang mampu mencipta senyum bahkan tawa. Hari-hari dilalui dengan hati. Tidak ada yang menyakitkan. Tidak pernah ada lelehan air dari kelopak mata kecuali karena bahagia. Dulu.

Sering aku berpikir untuk pergi. Menjauh dari lakon yang hanya menoreh luka batin. Namun mengapa sampai sekarang kakiku masih berpijak di lantai rumah beton ini? Diriku pun tidak benar-benar mengerti. Mungkin karena Rein. Atau janji pada almarhumah ibumu untuk tetap setia menjadi istri anaknya.

Kamu tahu?

Monday, 21 March 2016

[CERPEN] Ayah di Genggaman Maya

Biasanya Ayah berkunjung enam purnama sekali. Hari ini pria yang kubanggakan itu datang bersama seorang gadis kecil. Mungkin ia seusiaku. Hanya saja mulutnya memanggilku ‘mbak’. Kulit sawo matang dengan mata yang lebar. Menurutku tidak cantik, tapi bukan berarti si pemilik rambut ikal itu jelek. 

Tidak banyak yang diceritakan orang-orang di rumah tentangnya. Maya.

Friday, 14 March 2014

Saya, seorang ISTRI

Saya sedang menikmati status saya sebagai seorang istri ^_^
Ya, saya telah menikah. Kalau orang bilang, usia pernikahan saya baru seumur jagung.
Ya, saya menikah pada 13-12-2013. Tanggal yg cantik kan?! hehe

Saya sangat menikmati status saya sebagai seorang istri ^_^
Meski harus bekerja (mencuci, memasak, dll) lebih berat dibanding ketika masih lajang, tapi saya sangat menikmatinya.
Karena saya mencintai suami saya, dan ingin memberikan yang terbaik untuknya, dalam hal apapun. Insya Allah Aamiin..

Ngomong-ngomong, siapa ya suami saya? :D
Suami saya adalah sosok lelaki yg paling kubanggakan saat ini, seorang ikhwan yg dulu pernah kusinggung dalam salah satu tulisan blogku

Sunday, 5 May 2013

Bercengkrama dengan Rindu

Tibalah waktu, 
di mana ada aku dan rinduku.

Kusingkap tirai kalbu, kubuka peti memori di sudut hati,
Lusuh.
Serasa baru kemarin aku berkecamuk dengan nafsu,
antara akal, teori, dan fakta,
menyeret jiwa tanpa pegangan pun tiada arah.
Dan setelah semua rasa berbaur tanpa ampun dan no excuse,
beta menyerah lelah.
Satu pilihan dan hanya satu,
kurajut, kututup, tersudut,
rapi di gudang kenangan.

Tuesday, 26 March 2013

Kidung Bahagia-ku

Pagi ini, Pelangi ingin berkisah.. tentang hatinya, tentang cintanya, tentang rasa syukurnya :) 
Dan ketika selayang memori diiringi gerak jemari, teringat sebuah kidung - yang sempat terlupa dan hanya tersimpan rapi memenuhi flasdisk kecilku. 
Dan karena sebuah keindahan yang terjadi sesaat tadi, sebuah jawaban atas pertanyaan hati.
Maka tergerak untuk membaginya pada dunia, di sini, hari ini... 

 Kidung Bahagia