"Saya ingin meminang putri Bapak, untuk menjadi teman di sisa hidup saya." Mata lelaki di depanku itu memancarkan sinar kesungguhan.
"Kau berjanji akan membahagiakannya?" Seorang laki-laki lain yang lebih tua memastikan. Dialah ayah.
"Tentu, saya berjanji."
"Tidak akan menyakitinya?" Ayah masih belum puas.
"Tentu, saya berjanji."
"Tidak akan menyakitinya?" Ayah masih belum puas.
"Tidak akan pernah," jawabnya mantap.
"Baiklah,
"Baiklah,