Sunday, 7 July 2013

Pilih Mana - NO KOMEN atau DIAM?

Hehehe ada yang salah dengan judulnya? hihi

Bagiku tidak (mulai saat ini).
Mengapa?
Karena aku kira hanya 2 opsi itu yang harus aku pilih untuk kemudian diaplikasikan (lagi).

Alasan intinya apa?

Hmm... apa ya?  hehe

Yaa karena sedang dalam taraf belajar tentang segala hal, maka aku fikir 2 opsi itu adalah opsi yang baik. Opsi yang bisa membantu menyelami apa yang terkadang benar-benar di luar frame pemikiran kita -->
ini bisa mencegah pertengkaran lho..
Opsi tersebut juga bisa mengarahkan kita mendapatkan apa yang diimpikan. Dulu, opsi tersebut ajaib sekali. Saya sudah membuktikannya. Nyata.

Lalu untuk saat ini, ketika diri mulai mencoba untuk bisa enjoy dalam keterbukaan, sharing terkait hati, jalan pemikiran, dan lain sebagainya, yang terjadi kok malah nyasar :D
Entah aku yang nyasar atau  aku yang salah jalan haha sami mawon (sama saja)..

Bingung? :D


Gini.
Ketika diri yang telah diciptakan Allah dengan jenis golongan darah B - yang cenderung berkarakter introfert (tertutup), maka mengatakan apa yang dirasakan (meski tidak 100%) adalah suatu hal yang luar biasa lho. Dan ketika itu diaplikasikan, banyak pihak (terutama orang-orang terkait) malah menjadi tidak sesuai dengan maksud hati.
Bisa jadi karena beda kepala beda isi.
Mencoba memaklumi, tapi sedikit mengecewakan hati.

Dan seperti yang Rasulullah pernah sabdakan, "Hindarilah debat meski kamu benar,"
Maka,
meski masih ada pro kontra di hati,
aku telah mempertimbangkannya kembali bahwa NO KOMEN atau DIAM adalah benar-benar 2 buah opsi yang sangat sangat bagus.


Inti sekali dari opsi di atas adalah melatih sabar.
Dan mengalah bukan berarti kalah bukan?! ;)

So, what?

So, soto ayam enak kali ya haha kalau ini beneran nyasarnya alias nggak nyambung :p

Hmm...  yawes to.. pokoknya, intinya dan pada kesimpulannya,
I have to take my self like a year ago..

Semua akan terbingkai (kembali) dalam do'a.


Bismillahirrohmanirrohim...

^_^ Allahumma ana..