Sore ini mendung. Sepoi angin dingin menusuk hidung yang kian tersumbat. Dan bersyukurlah jika kamu seorang jomblo, Kawan. Karena saya adalah emak-emak pengejar impian. Lantas apa korelasinya dengan status jomblo? Haha... Kenapa juga harus bersyukur jika kamu seorang jomblo?
Showing posts with label Corat-coret. Show all posts
Showing posts with label Corat-coret. Show all posts
Thursday, 1 December 2016
Friday, 25 November 2016
Mari Menyikapi Rush Money Dengan Bijak
Saat ini sedang hangat pembicaraan mengenai rush money. Di berbagai media sosial membahas tentang rush money. Seperti facebook, twitter, blog, dan semacamnya. Dari mereka yang bener-bener paham tentang keuangan, hingga pihak-pihak yang hanya sekadar untuk eksistensi pun turut serta menyinggung hal itu. Lalu apa, sih, rush money sebenarnya?
Rush money adalah tindakan penarikan dana yang tersimpan di bank secara besar-besaran dan bersama-sama. Penarikan tersebut dilakukan hingga mencapai nilai saldo sekecil-kecilnya bahkan tidak bersisa (nol).
Tujuannya apa?
Labels:
Corat-coret,
Islam,
Menulis,
My heart says,
Opini,
Sosial
Wednesday, 9 November 2016
Dia Masih Sama?
Saya ada ide nulis beberapa. Tapi mood kok lagi jelek. Tepatnya bukan mood sih. Tapi stamina. Badan lemas, padahal udah makan. Entah, seperti ada sesuatu yang membuat tubuhku merasakan dominan atas energi malas.
Halaaahh ... bilang aja lagi malas dan bad mood. Gitu aja muter-muter keliling bundaran HI, haha :D
Halaaahh ... bilang aja lagi malas dan bad mood. Gitu aja muter-muter keliling bundaran HI, haha :D
Habis gimana?
Kelas Preview Parenting dengan tema Orang Tua Kreatif gratis via telegram
Kelas Preview Parenting dengan tema Orang Tua Kreatif gratis via telegram
Labels:
Aku,
Corat-coret,
My heart says
Tuesday, 7 June 2016
Tarawih di Malam Pertama Bersama Si Kecil
Puasa Ramadhan tahun kemarin aku melewatkan shalat tarawih hampir setiap hari. Selain karena masih bekerja di rumah sakit yang menuntut sistem shift, juga telah hadir si kecil, Hanief, yang saat itu baru berusia 6 bulan. Ia baru bisa merangkak. Masih terlalu kecil untuk dibawa ke masjid.
Tapi pernah, sih, 1-2 kali aku coba mengajaknya untuk tarawih jamaah. Hasilnya, aku nggak bisa sholat karena dia nangis!
Mungkin belum familiar dengan banyaknya orang berdiri dan memakai putih-putih (maksudnya mukena) *laugh emotikon*
Nah, tahun ini dia berusia hampir 18 bulan. Sudah bisa berjalan bahkan berlari. Terlebih tiap hari sudah aku biasakan mengajaknya sholat (di rumah) biar nggak kaget lagi seperti tahun kemarin. Hasilnya,
Labels:
Corat-coret,
Islam,
Putriku,
Rohani,
Sebuah kisah
Tuesday, 12 April 2016
Kumpulan Fiksi Mini
Aku sedang belajar membuat Fiksi Mini, lho ... Hitung-hitung belajar merangkai kata dengan cepat.
Beberapa judul tersusun karena sebuah event kecil-kecilan di grup Facebook.
Dan aku akan update coretan ini sedikit demi sedikit. Maklumlaah ... namanya juga belajaarr :D
KECELAKAAN | Menghempaskan masa depan dua sejoli itu yang akan menikah besok.
AKU INGAT | Lima tahun lalu ayah berjanji memberiku seorang adik. Kini janji itu terpenuhi, tapi bukan dari ibuku.
Labels:
Belajar,
Corat-coret,
Fiksi
Wednesday, 23 March 2016
[OPINI] Dosa Penulis Cerpen Terkenal
Dia penulis terkenal. Saya yakin seperti itu. Karya-karyanya nangkring di banyak media cetak. Pertanyaan diri, "berapa ya honor yang dia terima tiap bulan? Kayaknya ngalahin pegawai kantoran." Hehe grin emotikon.
Terus terang saya belum pernah membaca karyanya. Baru malam ini saya sempatkan menengok salah satu cerpen penulis muda itu yang dimuat di media cetak. Ceilee ... sesibuk apakah diriku ini sehingga berani menggunakan kata "sempat"? Pejabat atau politikus bukan. Penulis profesional juga belum.
Lalu apa yang terjadi? Berharap mendapat inspirasi tentang ciri tulisan yang tembus media, eh malah kebingungan yang saya terima.
Begini. Secara teknik, penokohan, alur dan konflik, karya itu bagus. Sangat bagus malah. Saya belum tentu bisa membuat seperti itu. Ralat, mungkin belum untuk saat ini. Smile emotikon.
Tapi kalau bicara tentang apa yang ada dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula karya Pak Isa Alamsyah, ternyata banyak dosa yang dilakukannya. Seperti serangan aku/saya, dia/ia dan -nya. Banyak sekali, hampir di setiap paragraf. Namun dosa-dosa itu tertutupi oleh poin-poin yang saya sebut di atas.
Sesuatu yang mengganjal hati saya sebagai seorang penulis pemula, sebenarnya sastra itu seperti apa? Apakah dosa yang ditulis oleh Pak Isa mempengaruhi kesusastraan sebuah karya yang diminati media publik?
Last but not least, jadi karya sastra seperti apa yang bisa pecah media? Terus terang saya butuh uang untuk membeli diaper si kecil.
Terus terang saya belum pernah membaca karyanya. Baru malam ini saya sempatkan menengok salah satu cerpen penulis muda itu yang dimuat di media cetak. Ceilee ... sesibuk apakah diriku ini sehingga berani menggunakan kata "sempat"? Pejabat atau politikus bukan. Penulis profesional juga belum.
Lalu apa yang terjadi? Berharap mendapat inspirasi tentang ciri tulisan yang tembus media, eh malah kebingungan yang saya terima.
Begini. Secara teknik, penokohan, alur dan konflik, karya itu bagus. Sangat bagus malah. Saya belum tentu bisa membuat seperti itu. Ralat, mungkin belum untuk saat ini. Smile emotikon.
Tapi kalau bicara tentang apa yang ada dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula karya Pak Isa Alamsyah, ternyata banyak dosa yang dilakukannya. Seperti serangan aku/saya, dia/ia dan -nya. Banyak sekali, hampir di setiap paragraf. Namun dosa-dosa itu tertutupi oleh poin-poin yang saya sebut di atas.
Sesuatu yang mengganjal hati saya sebagai seorang penulis pemula, sebenarnya sastra itu seperti apa? Apakah dosa yang ditulis oleh Pak Isa mempengaruhi kesusastraan sebuah karya yang diminati media publik?
Last but not least, jadi karya sastra seperti apa yang bisa pecah media? Terus terang saya butuh uang untuk membeli diaper si kecil.
Labels:
Aku,
Cita-cita,
Corat-coret,
My heart says
Tuesday, 22 March 2016
Opini Atau Artikel Apa?
Menurut jadwal harian menulis yang saya tentukan sendiri, hari ini adalah waktu membuat Opini atau Artikel.
Jadwal yang dimaksud guna mendisiplinkan diri agar konsisten dalam menulis. Agar memenuhi target minimal sesuai One Day One Post (ODOP) atau sehari satu post (tulisan). Semoga tercapai.
Tapi sepertinya hati masih ada bisik-bisik excuse (alasan).
Tapi sepertinya hati masih ada bisik-bisik excuse (alasan).
"Ah, kayaknya susah nih si kecil gangguin terus jadi nggak bisa fokus nulis."
"Kayaknya nulis artikel agak ribet karena butuh data, nggak hanya sekedar tulisan jenis opini yang santai dan bebas."
Labels:
Aku,
Corat-coret
Monday, 21 March 2016
[FIKSI MINI] Resah Menelanjangi Pikiranku
Ceritanya hari ini pengen nulis Fiksi Mini (Fikmin), yaitu cerita fiksi yang tidak terlalu banyak karakter. Di beberapa artikel, ada yang menyebutkan kalau Fikmin memiliki karakter tak lebih dari 140. Singkat banget kan?
Tapi ternyata ada juga beberapa pendapat yang bilang bahwa Fikmin nggak melulu kudu sesingkat itu.
Yeeeyy ....
***
RESAH MENELANJANGI PIKIRANKU. Kata-kata Ukhti Syifa yang disampaikannya tadi sore
Labels:
Corat-coret,
Fiksi,
Nasihat
[ODOP] Saya Ingin Bergabung, Bang Syaiha!
Dini hari ini saya menemukan bacaan menarik tentang One Day One Post (ODOP). Saya ingin tergabung di dalamnya, agar bisa me-manage mood dan menjadi disiplin dalam menulis. Namun karena batas akhir pendaftaran tanggal 29 Februari 2016, memaksa saya hanya menikmati beberapa tulisan di blog tersebut. Dan, mencoba untuk mengaplikasikan sedikit ilmu yang saya 'curi' dari sana, yaitu menulis minimal 6 kalimat per hari dan mem-posting-nya di blog. Semoga Bang Syaiha-pencetus dan pengampu ODOP-
Labels:
Aku,
Cita-cita,
Corat-coret
Monday, 28 September 2015
Penulis Profesional dengan Pundi-pundi Pahala ...?
Saya adalah wanita yg bercita-cita ingin menjadi penulis. Seorang penulis yg tulisan-tulisannya mampu menginspirasi manusia-manusia di belahan bumi manapun, hingga mengalirkan pundi-pundi pahala.
Memperoleh amal jariyah dari semua tulisanku. Yaa... itulah keinginanku.
Namun hingga saat ini, aku belum mampu mewujudkannya. Kebanyakan yg aku tulis tidak bermutu. Bahkan tidak jarang adalah isi hati alias curhat ketika sedang sedih/terluka/kecewa. Haduuuhh.. jika seperti ini, kapan cita-cita di atas akan terwujud? Terlebih aku adalah orang yg moody untuk membaca. Padahal membaca adalah perlu untuk menambah wawasan dan referensi.
Jadi?
Could you help me, please?
Labels:
Aku,
Corat-coret
Thursday, 4 June 2015
Saya Bersyukur
Saya tidak perlu konfirmasi kepada siapapun.,
tidak perlu menunjuk siapapun.
Saya belajar dari kesalahan-kesalahan saya.
Maka saya harus legowo,
lebih berbesar hati.
Karena dari semua ini, saya makin memahami banyak hal.
Saya bersyukur dengan ini,
sangat bersyukur ^_^ Alhamdulillah
tidak perlu menunjuk siapapun.
Saya belajar dari kesalahan-kesalahan saya.
Maka saya harus legowo,
lebih berbesar hati.
Karena dari semua ini, saya makin memahami banyak hal.
Saya bersyukur dengan ini,
sangat bersyukur ^_^ Alhamdulillah
Labels:
Aku,
Corat-coret
Lucu Sekali "Negeri" Ini
Lucu Sekali Negeri Ini.
Itulah kata yg cocok untuk semua kondisi yg terjadi di "negeri" ini.
Satu kata saja bisa dipelintir menjadi kata yg berbeda, apalagi jika yg dipelintir adalah sebuah atau bahkan beberapa kalimat yg terdiri dari banyak kata?
It's make me LOL.
Apalagi jika kalimat itu bukanlah hak atau wewenangnya.
Bagaimana mereka bisa melakukan semudah itu? tanpa berfikir bahwa hal tsb ada pertanggung jawaban (dunia dan akhirat) jika tidak dilakukan tabayyun (konfirmasi) ke pihak yg bersangkutan terlebih dahulu. Dan tentunya juga diperlukan tatsabbut (hati-hati & tidak tergesa-gesa).
Subhanallah..
Absolutely make me LOL.
Oke. Sekarang mari kita bahas aja sedikit tentang tabayyun dan tatsabbut.
Tatsabbut sangat dibutuhkan di zaman yang penuh fitnah ini, Allah
telah memerintahkan kita untuk tatsabbut, Allah Ta’ala berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ
فَتَبَيَّنُوْا أَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلىَ
مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman,
apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka
periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum
dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah
kalian lakukan.” (QS. Al Hujurat : 6).
Imam Asy Syaukani
rahimahullah berkata,
Labels:
Aku,
Cahaya,
Corat-coret,
Islam
Monday, 25 May 2015
Saya ingin menulis
Saya hanya ingin menulis
Menulis hal yang tidak mampu terungkap lewat bibir
Meski saya tidak tahu harus menuliskan seperti apa
Tapi jemari hanya ingin bermain di atas keyboard ini
Mungkin terkesan naif
Tapi...
Entahlah...
Menulis hal yang tidak mampu terungkap lewat bibir
Meski saya tidak tahu harus menuliskan seperti apa
Tapi jemari hanya ingin bermain di atas keyboard ini
Mungkin terkesan naif
Tapi...
Entahlah...
Labels:
Aku,
Corat-coret
Saturday, 20 July 2013
Kekurangan Pria (Wanita Wajib Tahu!)
Pagi tadi, ada seseorang yg mengusikku untuk menulis :D
Intinya berakhir pada sebuah pertanyaan yg ditujukannya padaku --> apa keistimewaan pria menurut sudut pandangku?
Asli bingung aku ga bisa jawab :D
Aku tidak pernah memikirkan hal itu, jujur. Biasanya aku cenderung menilai kekurangan-kekurangan dari pria. Entahlah.
Tapi itu pemahamanku secara dhahir (dulu).
Saat ini, pemahamanku telah berkembang. Dan jika boleh kuuraikan maksud dari kekurangan pria yg aku nilai sekarang adalah sebagai berikut :
Intinya berakhir pada sebuah pertanyaan yg ditujukannya padaku --> apa keistimewaan pria menurut sudut pandangku?
Asli bingung aku ga bisa jawab :D
Aku tidak pernah memikirkan hal itu, jujur. Biasanya aku cenderung menilai kekurangan-kekurangan dari pria. Entahlah.
Tapi itu pemahamanku secara dhahir (dulu).
Saat ini, pemahamanku telah berkembang. Dan jika boleh kuuraikan maksud dari kekurangan pria yg aku nilai sekarang adalah sebagai berikut :
Labels:
Aku,
Corat-coret,
Wanita
Sunday, 7 July 2013
Pilih Mana - NO KOMEN atau DIAM?
Hehehe
ada yang salah dengan judulnya? hihi
Bagiku tidak (mulai saat ini).
Mengapa?
Karena aku kira hanya 2 opsi itu yang harus aku pilih untuk kemudian diaplikasikan (lagi).
Alasan intinya apa?
Hmm... apa ya? hehe
Yaa karena sedang dalam taraf belajar tentang segala hal, maka aku fikir 2 opsi itu adalah opsi yang baik. Opsi yang bisa membantu menyelami apa yang terkadang benar-benar di luar frame pemikiran kita -->
Bagiku tidak (mulai saat ini).
Mengapa?
Karena aku kira hanya 2 opsi itu yang harus aku pilih untuk kemudian diaplikasikan (lagi).
Alasan intinya apa?
Hmm... apa ya? hehe
Yaa karena sedang dalam taraf belajar tentang segala hal, maka aku fikir 2 opsi itu adalah opsi yang baik. Opsi yang bisa membantu menyelami apa yang terkadang benar-benar di luar frame pemikiran kita -->
Labels:
Aku,
CINTA,
Corat-coret,
My heart says,
Wanita
Wednesday, 1 May 2013
Alhamdulillah.. Terima Kasih..
Alhamdulillah..
dari lisan yg terucap,
dari luka yg tergores,
dari air mata yg tak kuasa tertahan,
do'a mengalir merdu,
syahdu.
Alhamdulillah..
dan Allah pun Maha Mendengar,
Maha Mengetahui,
Maha Pengasih,
Maha Penyayang..
dari lisan yg terucap,
dari luka yg tergores,
dari air mata yg tak kuasa tertahan,
do'a mengalir merdu,
syahdu.
Alhamdulillah..
dan Allah pun Maha Mendengar,
Maha Mengetahui,
Maha Pengasih,
Maha Penyayang..
Labels:
Aku,
Corat-coret,
My heart says
Sunday, 21 April 2013
Saya Sedang GALAU?
Sesuai dengan judulnya,
bahwa saya sedang GALAU.
Apa sih galau?
Banyak yang sedikit2 ngaku galau, tapi mungkin kebanyakan orang itu tidak tahu artinya secara harfiah.
Banyak yang sedikit2 ngaku galau, tapi mungkin kebanyakan orang itu tidak tahu artinya secara harfiah.
Yaah.. apapun pendapat anda tentang galau,
saya katakan sekali lagi bahwa saya sedang galau.
GALAU - bingung, resah, sedih, pikiran kacau, dan berujung tangis???
GALAU - familiar sekali di kalangan remaja - saya menyimpulkannya sebagai penyakit hati.
GALAU - bisa menyerang kapan saja.
GALAU - bisa menyerang kapan saja.
GALAU - Na'udzubillah...
GALAU - God Always Listening And Understanding - Ini saya setuju ^_^
Solusi GALAU penyakit hati adalah...
Labels:
Aku,
Corat-coret,
My heart says,
Wanita
Saturday, 20 April 2013
Sebait Lilin – Rangkailah dengan Hati
Dalam sebuah perjalanan, pernahkah kita tersesat? Kalau saya sih pernah. Dan tahukah perasaan saya ketika menemukan jalan kembali pulang? Bersyukur Alhamdulillah...
Mungkin bagi seseorang yang tidak pernah tersesat, dia tidak akan pernah tahu bagaimana nikmatnya berada di jalan yang seharusnya ditempuh.
Contoh simple, mati lampu 1 kampung! Bagaimana rasanya? Dan ketika lampu (listrik) kembali menyala, bagaimana pula rasanya?
Labels:
Cahaya,
Corat-coret,
Islam,
My heart says,
Wanita
Subscribe to:
Posts (Atom)
