Dalam sebuah perjalanan, pernahkah kita tersesat? Kalau saya sih pernah. Dan tahukah perasaan saya ketika menemukan jalan kembali pulang? Bersyukur Alhamdulillah...
Mungkin bagi seseorang yang tidak pernah tersesat, dia tidak akan pernah tahu bagaimana nikmatnya berada di jalan yang seharusnya ditempuh.
Contoh simple, mati lampu 1 kampung! Bagaimana rasanya? Dan ketika lampu (listrik) kembali menyala, bagaimana pula rasanya?
Tentu bersyukur Alhamdulillah...
Tentu bersyukur Alhamdulillah...
Siapa pernah menangis? Aku yakin semua manusia di bumi ini tidak satu pun yang tidak pernah menangis. Maka bagi yang pernah merasakan sensasi rasa (emosi) dalam sebuah tangisan, maka ia pasti akan tahu dengan pasti bagaimana nikmatnya tertawa riang dalam sebuah kebahagiaan.
Seperti halnya ketika kita yang pernah jatuh dari sepeda atau motor, bagaimana rasanya? Sakit bukan?!
Namun bagi seseorang yang tidak pernah merasakan jatuh, ia tidak akan pernah tahu bagaimana rasa perjuangan dan kenikmatan sebuah kebangkitan.
Selaras ketika kita tidak pernah sakit, kita tidak akan pernah tahu bagaimana nikmatnya sehat itu.
»« »« »«
Bersyukurlah ketika kita pernah mengalami hal-hal tersebut. Mengapa? Karena dengan itu kita bisa lebih menghargai hidup – yang merupakan hadiah dari Allah, Sang Maha Hidup, Sang Penggenggam Jiwa.
Namun ketika kenikmatan itu telah diraih, janganlah berkata dalam hatimu, Mengapa tidak dari dulu aku begini dan begitu?
Bukan seperti itu, karena hal itu bukan sebuah keterlambatan. Nikmat Allah bukan datang terlambat, ia hanya datang di waktu yang tepat → di waktu ketika hamba-NYA memang telah siap dan mampu menerima ‘uluran’ tangan-NYA.
Namun sebenarnya,
saat-saat jatuh, sakit, menangis, tersesat, terkungkung gelap,, itu adalah nikmat dari-NYA, cinta-NYA.
Rangkailah semuanya dengan hati dan fikiran jernih, sejenak saja.
Di waktu yang sejenak itu, kita akan temukan berjuta alasan mengapa kita harus bersyukur atas segala yang kita alami hingga detik ini.
Dan bagi saya pribadi, dan dari beberapa sumber ilmu yang pernah terbaca oleh kedua mata ini,, Bersyukur itu adalah TAAT.
Taat dengan segala perintah-NYA dan larangan-NYA, bukan begitu?
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman : 13) → terdapat 31 pengulangan dalam 1 surat Ar-Rahman.
»« »« »«
Jika kita tidak pernah berada dalam gelap, kita tidak akan pernah tahu bagaimana nikmatnya peroleh cahaya meski hanya dari sebatang lilin.

No comments:
Post a Comment