Showing posts with label Cita-cita. Show all posts
Showing posts with label Cita-cita. Show all posts

Saturday, 8 October 2016

Me Time-nya Emak-Emak

Kendala terbesar seorang emak-emak untuk 'me time' adalah rutinitas. Belanja, memasak, cuci-cuci, beres rumah, seterika, dan sebagainya. Namun yang paling menyita waktu adalah mengasuh dan menjaga baby. Jam kerjanya full 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan. Jadi saya angkat topi bagi emaks yang mampu me-manage itu semua, tanpa asisten rumah tangga, namun 'me time'-nya masih jalan terus.
Yang saya maksud di sini bukan waktu untuk diri sekadar having fun. Akan tetapi, ialah waktu untuk diri berkarya sesuai dengan passion, impian dan cita-citanya.

image by emakpintar.asia

Saya pribadi memiliki impian menjadi penulis. Sekarang sih masih ecek-ecek grin emotikon makanya masih harus belajar terus-terusan di tengah tugas kenegaraan yang tidak pernah bisa ditinggal sedikit pun grin emotikon

Karena itu saya

Wednesday, 5 October 2016

Jadi Penulis Skenario. Mau?

Masih melekat di ingatan… tentang temanku yang karyanya udah tembus televisi swasta nasional tempo hari? Siapa ya namanya? Duh, lupa! Maklumlah emak-emak banyak yang dipikirin *grin emotikon*
Pokoknya kereenn deh prestasi doi ….
Nah, siapa yang nggak pengen seperti dia? Jangan angkat tangan yaa, temans! *grin emotikon*

Syarat untuk bisa sekeren itu musti bisa nulis, kan? Tentunya harus tulisan yang baik.
Gimana biar bisa menulis yang baik? Yaa belajar :) Termasuk belajar bikin skenario film

Saturday, 1 October 2016

Korelasi Antara Jomblo dan Menulis


Malam minggu, nih. Saat di mana para jomblowan-jomblowati resah. Gegana. Tersebab statusnya, JOMBLO.
Apa, sih, jomblo itu? Mengapa banyak yang menjadikannya sebagai momok?
Yuk, ah ... dibahas tipis-tipis 😀

 image by kejora1924@blogspot.com

Wednesday, 23 March 2016

[OPINI] Dosa Penulis Cerpen Terkenal

Dia penulis terkenal. Saya yakin seperti itu. Karya-karyanya nangkring di banyak media cetak. Pertanyaan diri, "berapa ya honor yang dia terima tiap bulan? Kayaknya ngalahin pegawai kantoran." Hehe grin emotikon.

Terus terang saya belum pernah membaca karyanya. Baru malam ini saya sempatkan menengok salah satu cerpen penulis muda itu yang dimuat di media cetak. Ceilee ... sesibuk apakah diriku ini sehingga berani menggunakan kata "sempat"? Pejabat atau politikus bukan. Penulis profesional juga belum.

Lalu apa yang terjadi? Berharap mendapat inspirasi tentang ciri tulisan yang tembus media, eh malah kebingungan yang saya terima.

Begini. Secara teknik, penokohan, alur dan konflik, karya itu bagus. Sangat bagus malah. Saya belum tentu bisa membuat seperti itu. Ralat, mungkin belum untuk saat ini. Smile emotikon.
Tapi kalau bicara tentang apa yang ada dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula karya Pak Isa Alamsyah, ternyata banyak dosa yang dilakukannya. Seperti serangan aku/saya, dia/ia dan -nya. Banyak sekali, hampir di setiap paragraf. Namun dosa-dosa itu tertutupi oleh poin-poin yang saya sebut di atas.

Sesuatu yang mengganjal hati saya sebagai seorang penulis pemula, sebenarnya sastra itu seperti apa? Apakah dosa yang ditulis oleh Pak Isa mempengaruhi kesusastraan sebuah karya yang diminati media publik?

Last but not least, jadi karya sastra seperti apa yang bisa pecah media? Terus terang saya butuh uang untuk membeli diaper si kecil.

Monday, 21 March 2016

[ODOP] Saya Ingin Bergabung, Bang Syaiha!

Dini hari ini saya menemukan bacaan menarik tentang One Day One Post (ODOP). Saya ingin tergabung di dalamnya, agar bisa me-manage mood dan menjadi disiplin dalam menulis. Namun karena batas akhir pendaftaran tanggal 29 Februari 2016, memaksa saya hanya menikmati beberapa tulisan di blog tersebut. Dan, mencoba untuk mengaplikasikan sedikit ilmu yang saya 'curi' dari sana, yaitu menulis minimal 6 kalimat per hari dan mem-posting-nya di blog. Semoga Bang Syaiha-pencetus dan pengampu ODOP-

Saturday, 18 May 2013

Pengen Mondok

Aku baca-baca lagi postinganku kok banyak yg galau sih :D 
yaaa maklum lah, waktu nulis blog itu mayoritas memang kondisi hati sedang melow alias galau :D

OKE. Sekarang kita usir si galau! Wuush!
Lalu kita hadirkan spirit untuk meraih apa yg telah terangkai dalam do'a :) 

Nah, ngomong-ngomong soal do'a, pasti banyak banget ya do'a kita sama Allah, minta ini minta itu pengen ini pengen itu, iya nggak? Ngaku aja deh.. Aku aja mau ngaku ini haha :D  Gpp kok, toh mintanya ke Allah, kepada siapa lagi kalo bukan ke Allah?! Sang Pemilik Segala yg ada di bumi dan di langit..

Yup, salah satu do'aku akhir-akhir ini yg sedang getol aku panjatkan adalah

Sunday, 7 April 2013

[Ketika] Aku Rindu Menikah

Beberapa hari yg lalu adalah pencapaian usiaku ke 27 tahun. Ada yg berkomentar, 
“oh masih muda”, tapi tidak sedikit yg mengatakan, “ya Allah ternyata dikau sudah tua ya jeng” :D 
Dan babak selanjutnya adalah komentar paling saya suka tapi menyesakkan dada, “trus kapan nikah?” 

Kalau saya flash back ke ingatan beberapa tahun yg lalu, sebenarnya sudah dari usia 22 tahun saya ingin menikah. Saat itu, saya ingin menikah karena ingin ada seseorang yg mencintai, mengayomi,, mengingat dari kecil sudah biasa hidup sendiri (jauh dari orang tua kandung). Sebatas itu. Tapi karena belum ada seorang laki-laki jantan yg berani melamar pada orang tua saya, yaa akhirnya keinginan menikah di usia itu hanya sekedar mimpi. 

Bergerak ke dua tahun berikutnya, keinginan menikah menjadi lebih besar dibanding sebelumnya. Mengapa?