Saturday, 1 October 2016

Korelasi Antara Jomblo dan Menulis


Malam minggu, nih. Saat di mana para jomblowan-jomblowati resah. Gegana. Tersebab statusnya, JOMBLO.
Apa, sih, jomblo itu? Mengapa banyak yang menjadikannya sebagai momok?
Yuk, ah ... dibahas tipis-tipis 😀

 image by kejora1924@blogspot.com



# Pengertian Jomblo

Secara Harfiah, jomblo itu berarti sendiri atau tanpa pasangan. Eh, siapa Harfiah? Ituu tetanggakuu yang masih perawan :D

Kalau ditengok struktur hurufnya, JOMBLO adalah :

J-angan sedih jadi jomblo
O-rang masih banyak stok manusia di bumi ini
M-antapin diri aja untuk jadi pribadi yang baik dan mulia
B-anyak yang nge-bully?Udaahh ... cuekin ajah!
L-ihat dan tunggu, waktu yang akan membuktikan
O-rang baik berjodoh dengan yang baik, dan sebaliknya.

Jadi, santai ajaa ... Allah sudah merancang waktu yang tepat untukmu. Asaal ... kamu pun berikhtiar diiringi do'a untuk menjadi diri mulia. Sepakat? :)
Tunggu, ini struktur kata menurut siapa, sih? Kok, ngaco?
Yaa menurut aku laah :v

# Mengapa Jomblo Di-bully?

Sederhana. Karena mereka baper. Coba kalau biasa aja, lama-lama yang suka bully pun capek sendiri. Akhirnya, nggak ada bully-bully-an. Malah yang udah nikah cepet-cepetan nyariin jodoh buat si jomblo, biar dibangunin rumah sama Allah di surga. Asiikk :)

# Menyiasati Hidup Sebagai Jomblo

Yaitu jangan buka identitas kejombloanmu! Hehe
Mayoritas jomblo memang identik dengan baper. Nah, biar sifat baper jauh-jauh dari para jomblo, baiknya isi waktu dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Misal, belajar mengaji, ikut seminar pra nikah, rutin hadir di majelis taklim, menekuni hobi, dan lain-lain.

Oh ya, ngomong-ngomong soal hobi ... Aku hobi menulis, lho, walau sekadar menulis diary, hihihi.
Meski usia udah kepala tiga, aku nggak patah arang buat menekuni hobi keren ini. Tentunya dengan terus belajar ilmu-ilmu kepenulisan, biar nggak kalah sama yang muda-muda. 😀
image by muslim.or.id

Aku juga sebisa mungkin menyempatkan membaca karya-karya kawan penulis yang udah start duluan. Menyempatkan yaa, karena emak-emak itu padet banget, lho, tugas kenegaraannya, haha :D
Trus, aku juga gabung di komunitas menulis. Komunitas menulis yang aku sambangi ada banyaakk ... soalnya aku rakus (ilmu, red). Hehehe
Salah satunya adalah komunitas Akademi Menulis Kreatif (AMK). Pembelajaran komunitas ini melalui whatsapp dan telegram.

Apa manfaat gabung di AMK?
Banyaakk yang sudah aku rasakan. Di antaranya, berani (salah) menulis, mengenal apa itu fastwriting dan mindmapping (teknik menulis yang dapat merangsang ide dan diksi), mengenal banyak teman seperjuangan, dan masih banyak yang lainnya.

Kalau ada yang tertarik dengan AMK, boleh daftar dengan format berikut :

Rini_namakamu_joinAMK_emailkamu

Lalu kirim ke 081959161610
Via whatsapp only yaah ;)

# Kesimpulan
  1. Jadi jomblo musti sabar dan ikhlas, sambil terus mendekat pada Allah plus bekali diri dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
  2. Tulisan ini jangan diambil pusing. Ambil yang baik, buang yang buruk atau tidak bermanfaat. Beres, kan? ;)

Udah, gitu aja.
Semangat malam minggu! ^_^


Pare, 01102016

#Rindah
#MuslimahMenulis
#JadilahSahabatAMK
#AkademiMenulisKreatif

No comments: