Ceritanya ini lagi nyoba aplikasi blogging perdana pake handphone. Working nggak ya? Agak rempong sih, tiap akses selalu muncul kotak peringatan izinkan akses atau tidak. Hadeehh ...
Hakikatnya aku hanya ingin bisa nulis di blog tanpa harus pegang PC.
Waduuh bahasaku haha... Yaah intinya pengen selalu bisa update tulisan aja gituu pake handphone hehe
:)
Sunday, 16 October 2016
Trial and Error
Labels:
Aku,
Menulis,
My heart says
Saturday, 8 October 2016
Me Time-nya Emak-Emak
Kendala terbesar seorang emak-emak untuk 'me time' adalah rutinitas. Belanja, memasak, cuci-cuci, beres rumah, seterika, dan sebagainya. Namun yang paling menyita waktu adalah mengasuh dan menjaga baby. Jam kerjanya full 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan. Jadi saya angkat topi bagi emaks yang mampu me-manage itu semua, tanpa asisten rumah tangga, namun 'me time'-nya masih jalan terus.
Yang saya maksud di sini bukan waktu untuk diri sekadar having fun. Akan tetapi, ialah waktu untuk diri berkarya sesuai dengan passion, impian dan cita-citanya.
image by emakpintar.asia
Saya pribadi memiliki impian menjadi penulis. Sekarang sih masih ecek-ecek grin emotikon makanya masih harus belajar terus-terusan di tengah tugas kenegaraan yang tidak pernah bisa ditinggal sedikit pun grin emotikon
Karena itu saya
Wednesday, 5 October 2016
Jadi Penulis Skenario. Mau?
Masih melekat di ingatan… tentang temanku yang karyanya udah tembus televisi swasta nasional tempo hari? Siapa ya namanya? Duh, lupa! Maklumlah emak-emak banyak yang dipikirin *grin emotikon*
Pokoknya kereenn deh prestasi doi ….
Nah, siapa yang nggak pengen seperti dia? Jangan angkat tangan yaa, temans! *grin emotikon*
Syarat untuk bisa sekeren itu musti bisa nulis, kan? Tentunya harus tulisan yang baik.
Gimana biar bisa menulis yang baik? Yaa belajar :) Termasuk belajar bikin skenario film
Saturday, 1 October 2016
Friday, 16 September 2016
Kenangan Itu Pernah Ada, Mila (Selamat Jalan)
Mila, apa kabar? Memang, pertanyaan ini tidak lagi penting. Karena kamu telah bahagia. Akan tetapi ijinkan aku untuk menyapamu kali ini. Meski sekadar lewat angin, semoga Tuhan menyampaikannya untukmu.
Mila, terakhir kita bertemu saat resepsi pernikahanmu. Kamu nampak cantik dan anggun. Binar kedua mata itu masih kuingat jelas, tanda rasa syukur atas nikmat yang luar biasa. Sempat ada rasa iri. Karena aku masih jomblo ketika itu, hehe ….
Maafkan aku, Mila … kalimat sapa itu tidak pernah tersampaikan beberapa tahun terakhir. Selain karena tempat tinggalmu yang berpindah jauh di seberang pulau, aku pun terlalu sibuk dengan duniaku. Maukah kau memaafkanku?
Oh ya, Mila, kamu ingat? Dulu kita memiliki hobi yang sama. Bermain basket. Kita menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman yang lain di lapangan sekolah. Hampir setiap hari, sepulang sekolah hingga sore hari.
Karena rumah yang searah, kita akan pulang bersama dengan sepeda ontel masing-masing. Sepanjang jalan bercerita tentang apa saja. Ah, apa ya yang sering kita bahas dulu? Lalu tepat di depan rumah sakit umum, kita berpisah. Kamu mengambil jalan menikung ke kiri, aku lurus ke barat. Tak jarang sambai melambaikan tangan.
Mila, sebaik-baik pengingat adalah kabar kematian. Kamu percaya itu? Aku meyakininya. Ketika kabar itu sampai di pelupuk mata, aku pun teringat padamu. Pada masa SD dan SMP kita. Juga teringat tentang bagaimana aku, bekalku. Apa-apa yang harus kuperbaiki.
Tapi tidak banyak yang bisa kukisahkan tentangmu saat ini. Meski mungkin banyak yang bilang bahwa kita bukan teman dekat, tapi kenangan itu pernah ada, Mila. Tentangmu. Biarlah piringan hitam memori itu tersimpan rapi di sini. Sampai suatu ketika ada rindu, aku akan memutarnya kembali.
Karena bagaimana pun, takdir tidak akan pernah mempertemukan kita lagi. Allah lebih menyayangimu. Namun semoga saja Dia mengijinkan untuk kita bisa bertemu lagi, di sana, tempat terindahmu kini. Surga. Aamiin.
***
Didedikasikan untukmu, Mila Widyasari. Yang telah berpulang ke rahmatullah siang tadi. Semoga suami, ketiga putri, dan keluargamu diberi tabah dan keikhlasan oleh Allah SWT. Aamiin.
Labels:
Kawan,
My heart says,
Nasihat,
Sebuah kisah,
Wanita
Subscribe to:
Posts (Atom)

