Para cucu Adam menjelma rapi
Padan kemeja-jas mengkilat
Tumpukan "barang-barang" di brankas
Pintu mukhlis pun terkunci apik
Lidah termanja lauk sedap
Nyenyak dalam rumah tinggi nan mewah
Terlelap dengan gegap dunia
Alpa akan amar Tuhannya
Namun bila takdir mengundang papa
Jiwa berontak
Batin berkoar
Marah menuduh Tuhan semena-mena
Sedang di ujung lorong
Ada anak manusia rintih tertatih
Suap-menyuap nasi tong sampah
Abai tak acuh penyakit menjangkit
Rela
Terketuk tanya tentang doa
Apakah "mohon beri nikmat agar kami bahagia"?
atau "tolong kabulkan semua apa yang kami minta"?
Tuhan, inikah elegi?
Pare, 23032016
[Terposting dalam Grup FB Komunitas Bisa Menulis (KBM)]
No comments:
Post a Comment